Review Jurnal Ilmiah " PEREMPUAN, JERAT NARKOBA DAN STRATEGI DAKWAHNYA "
Review Jurnal Ilmiah
REVIEW JURNAL
|
Judul
|
PEREMPUAN, JERAT NARKOBA DAN STRATEGI DAKWAHNYA
(Analisis banyak perempuan yang
terjerat narkoba)
|
|
Jurnal
|
Studi
Gender
|
|
Download
|
http://www.journal.walisongo.ac.id/index.php/sawwa/article/view/649
|
|
Volume
& Halaman
|
SAWWA – Volume 7, Nomor 2,
|
|
Tahun
|
April 2012
|
|
Penulis
|
Hasyim Hasanah
|
|
Reviewer
|
Faif Nur Ma’fiyah
|
|
Tanggal
|
16 Desember 2018
|
|
Abstrak
|
Narkoba merupakan problem sosial yang kian hangat
diperbincangkan. Berbagai peristiwa ramai menghiasi layar kaca dan menjadi headline
news di media massa. Ironinya, perempuanlah yang banyak memainkan peran
masuk dalam jerat narkoba, mulai dari kurir, pengedar, pemakai bahkan yang lebih
memprihatinkan banyak nyawa perempuan melayang. Diduga kuat, terjeratnya
perempuan dalam jerat narkoba dikarenakan faktor psikologis dan ekonomis.
Pemenuhan kebutuhan yang semakin kompleks dan kemiskinan yang dialami sebagian
besar masyarakat Indonesia khususnya perempuan sebagai pelaku domistik dalam
keluarga menjadi salah satu penyebab mereka terjebak dalam jerat narkoba.
Iming-iming terbebas dari masalah, mendapatkan kesenangan, penghasilan yang
besar menjadi faktor perempuan terjebak dalam jerat narkoba. Bagi sebagian
perempuan, masuk dalam jerat narkoba mendatangkan untung yang menjanjikan,
namun di balik itu semua, hukuman bahkan ancaman kematian ada di sekitar mereka.
Untuk dapat meminimalisir kecenderungan perempuan masuk dan terlibat dalam
jerat narkoba, maka diperlukan strategi dawah yang tepat, model dakwah yang
dapat menyentuh aspek psikologis dan memberikan landasan pedoman kehidupan yang
jelas dan matang.
|
|
Pendahuluan
|
Tingginya peredaran narkoba dan psikotropika di kalangan
perempuan mengakibatkan jumlah pengguna barang haram tersebut meningkat.
Berdasarkan data Badan Narkotika Kota (BNK), jika pada 2009 dari 993 pengguna
narkoba yang ditangkap 40 orangnya adalah perempuan. Hasyim Hasanah
Perempuan, Jerat Narkoba dan Strategi Dakwahnya.
Hingga pertengahan 2010, dari 400 pengguna narkoba yang
ditangkap, jumlah perempuan meningkat menjadi 50 orang. Jumlah itu
diperkirakan akan bertambah hingga akhir tahun 2010. dari hasil razia BNK
bersama Polrestro Jakarta Pusat selama tahun 2009 dengan jumlah 993
tersangka, 3 di antaranya produsen, 50 persen bandar, sisanya merupakan
pengedar merangkap pemakai. Sebanyak 40 pemakai di antaranya perempuan. Data
ini menunjukkan secara perlahan, tetapi pasti banyak kaum perempuan yang
terjerat penyalahgunaan narkoba. Penyebabnya diperkirakan mereka diperalat
warga negara asing (WNA), penyalahgunaan dan penyebab utama keterlibatan
perempuan dengan barang terlarang tersebut diawali ketidaktahuan1 ditambah
kondisi perekonomian keluarga yang kurang mampu. Terlebih, banyaknya WNA
kulit hitam yang bermukim di lingkungan padat dan mengiming-imingi serta
menawari berbagai kebutuhan dan akhirnya dijadikan kurir. Sepanjang tahun
2011,dari 44 kelurahan di Jakarta Pusat, 10 kelurahan di antaranya
dikategorikan kawasan merah peredaran narkoba meliputi, Tanah Tinggi, Galur,
Kampung Rawa, Karang Anyar, Kartini, Kemayoran, Bungur, Petojoutara, Petojo
Selatan, dan Duri Pulo. Sementara daerah Kampung Bali dan Kebon Melati, Tanah
Abang, yang dulu merupakan zona merah peredaran narkoba saat ini sudah
terlepas dari predikat.2 Belum lupa dari ingatan kita pemberitaan media massa
belakangan ini banyak diramaikan dengan berita kasus narkoba yang melibatkan perempuan.
Beberapa kasus narkoba besar yang mengguncang negeri ini mulai dari kasus
maut di Tugu Sentani, 9 orang tewas dan 4 luka-luka. Ironinya, maut yang
merenggut 9 nyawa tidak berdosa disebabkan karena kelalaian seorang perempuan
mengemudikan mobil dalam pengaruh narkoba. Berita tak kalah hebohnya, artis
cantik dan bersuara merdu Whitney Huston, ditemukan tewas di bathtub kamar
mandi dan diduga karena over dosis narkoba yang telah 8 tahun dikonsumsinya.
Kejadian ini membuat miris banyak kalangan, khususnya perempuan. Narkoba
merupakan persoalan yang bersifat sistemik karena hal ini bisa terjadi di seluruh
lini kehidupan yang mengitari siapa saja yang berada di dekatnya. Penyalahgunaan
narkoba merupakan perilaku yang dipengaruhi banyak faktor, baik faktor
internal maupun faktor yang bersifat eksternal, baik faktor sosial,
individual, ekonomi sampai psikologis. Namun demikian pendekatan individual
terhadap penyalahgunaan narkoba kurang mendapat perhatian khususnya
penyalahgunaan narkoba di kalangan perempuan. Selain faktor penyebab yang
beragam, penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak negatif yang
kompleks, meliputi bio-psikososio- spiritual.3 Menurut tingkatan efek dari
penyalahgunaan narkoba aspek psikis dan spiritual yang memiliki resiko lebih
berat karena memiliki rentang waktu yang begitu panjang, khususnya perempuan
yang secara psikologis memiliki kecenderungan untuk mengisolasi dan melakukan
tindakan di luar batas kemampuan normalnya. Mendasarkan hal tersebut, maka
diperlukan strategi dakwah yang tepat untuk masalah narkoba. Strategi dakwah
kendaknya direncanakan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika psikologis pelaku
narkoba, selain itu, strategi dakwah juga perlu dirancang untuk para keluarga
pelaku, hal ini dimaksudkan agar kecenderungan penyalahgunaan narkoba dapat diminimalisir
sedini mungkin.
|
|
Pembahasan
|
Pada
bagian pembahasan, penulis mejelaskan upaya menggiatkan kembali pola dan strategi dakwah yang berorientasi pada lalui konfigurasi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia secara berkesinambungan.
Strategi dakwah merupakan gabungan dari kata strategi
dan dakwah.
Strategi sendiri memiliki arti sebagai stratego (dalam
bahasa yunani
disebut sebagai strato yang berarti tentara dan ego
yang berarti pimpinan) seni perang. Sementara itu dalam persfektif psikologi
organisasi strategi merupakan segala perencanaan atas tindakan yang dilakukan
untuk mempengaruhi kebijakan, program, perilaku dan praktik public yang
meliputi kejelasan tujuan, sasaran dan target, teknik dan kegiatan terkait,
dilaksanakan secara sistematis dan terorganisir.
Sedangkan dakwah berarti proses islamisasi ajaran
Islam, dakwah
juga merupakan aktivitas mempengaruhi dan dipengaruhi
realitas psikososial yang berkembang, juga dipengaruhi oleh kompleksitas
problem kebutuhan dan kejiwaan individu untuk tetap mempertahankan diri dan eksis
dalam tataran perkembangan zaman Dakwah juga dipahami sebagai proses
transformasi dan transmisi nilai Islam dalam realitas kehidupan masyarakat.
Berdasarkan konsepsi tersebut, maka strategi dakwah dapat diartikan sebagai suatu perencanaan berbasis
kegiatan yang didesain untuk mewujudkan tujuan dakwah.
untuk merencanakan startegi yang tepat seorang harus mengetahui terlebih
dahulu kondisi dan kebutuhan sasaran dakwah.
1. Mendasarkan hal tersebut, maka secara umum strategi dakwah yang dapat digunakan untuk menangani masalah ini dapat
berupa:
a.
Secara internal. Faktor yang sifatnya internal biasanya
ditekankan pada tema-tema perkembangan kepribadian. Salah satunya
adalah dengan memberikan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai ajaran Islam.
b.
Secara eksternal. Setrategi dakwah yang dapat dilakukan
melalui faktor yang sifatnya eksternal adalah melalui
optimaliasi peran lingkunan sosial. Beberapa tema egiatan yang dapat dijadikan strategi dakwah adalah pengoptimalan
lembaga/institusional dakwah baik melalui kajian keislaman, tabligh, dan aksi
sosial.
2.
Strategi dakwah bagi penyalahgunaan dan keluarga
narkoba.
Sedangkan dalam bentuk kegiatan dakwahnya, maka dapat
dilakukan dengan cara: (1) tabligh Islam diperuntukkan
bagi seluruh umat Islam yaitu dengan cara penerangan dan penyebaran pesan
Islam; (2) irsyad Islam diperuntukkan baik bagi korban maupun keluarga penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan pelayanan
bimbingan dan konseling Islam; (3) tadbir menjadi strategi
atau bentuk dakwah pemberdayaan umat melalui lembaga dakwah, dan (4) tathwir
yaitu upaya pemberdayaan kehidupan melalui pengembangan basis ekonomi.
|
|
Simpulan
|
Strategi
dakwah secara umum bersifat eksternal dan internal. Eksternal diperoleh dari
penyediaan lingkungan sosial yang kondusif, sedangkan secara internal
bersumber dari tema-tema perkembangan kepribadian bagi kaum perempuan. Dalam konteks
interaksi unsure dakwah strategi yang dapat dilakukan adalah melalui dakwah
fardiyah dan dakwah fi’ah, sedangkan dalam level dakwah maka dapat
menggunakan strategi irsyat, tablih, tadbir dan tathwir. Seluruh strategi ini
didesain dengan model materi dan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi mad’u,
apakah perempuan itu sebagai Bandar, pengedar, kurir, pengguna atau pecandu
serta keluarga korban penyalahgunaan narkoba.
Dalam
kesimpulan ini sudah bagus, sudah menggunakan strateginya yang harus
dilakukan seperti apa dan bagaimana caranya untuk mengurangi narkoba
dikalangan perempuan maupun disemua kalangan.
|
|
Kekuatan
Penelitian
|
1. Teori dan
model analisis yang digunakan tepat, Bahasa yang digunakan oleh penulis
mudah dipahami maksud dan tujuannya oleh pembaca.
|
|
Kelemahann
Penelitian
|
1. Penulis
kurang lengkap dalam hal menulis dalilnya ataupun ayat ayat untuk menguatkan
jurnal diatas
|
Comments
Post a Comment